Rabu, 01 Mei 2013

SOMEDAY



waktu yang tidak terlalu lama membuat
aku terbuai oleh manisnya cinta darimu
namun kini kau pergi meninggalkan ku
demi dia
wanita yang kamu pilih untuk menjadi
PENGGANTIKU
“Ra!! Clara!!” suara itu membangunkan ku dari lamunan ku. “apasih lo met, pagi-pagi dah ribut ajah! Kaget gue tau”. “Abis lu sih ra pagi-pagi ngelamun di koridor sekolah kayak gini bukannya masuk kelas kek. Ga denger apa bel udah bunyi”. “Serius lu met? Ayoookkk ke kelas nanti Pak Bernard udah masuk kelas lagi! Ayookkk cepet Met!”.
Aku adalah Clara Benedicta, dan aku punya seorang sahabat yang bernama Metha Yemima, kami bersekolah di SMA Pelita Harapan, dan sekarang aku duduk di kelas XI IPA A. “Huh untung ajah ya Pak Bernard belum masuk” desah ku. “Makanya pagi-pagi jangan ngelamunin Daniel terus ra!”. “Apasih met, emang gue ngelamunin Daniel apa! Yang namanya mantan ya mantan! Udah ah gue males kalau harus bahas Daniel”. “Ra gue Cuma mau kasih saran aja sih terserah deh lu mau ngikutin apa ga. Intinya lu harus bisa lupain Daniel sepenuhnya jangan siksa diri lu Ra. Daniel udah sama ka Alexandra. Lu harus inget itu ya Ra”. Aku memikirkan apa yang Metha katakan tadi. Ya memang benar, Daniel telah dimiliki oleh ka Alexandra anak kelas XII IPS C, tapi aku belum bisa terima itu, terlalu cepat menurutku untuk kehilangan seorang Daniel, lelaki yang telah mengajari aku tentang cinta, yang selama ini tak pernah aku rasakan.
“Ra nanti sore karokean yok di NAV, gue dah lama ga karokean nih. Sekalian deh ilangin rasa suntuk. Ayok Ra, besok kan gak ada PR”. “Boleh tapi lo jemput gue ya, mobil gue di bengkel ini aja gue di anter jemput jadinya. Gue tunggu jam 4 ya. Harus ON-TIME!” “hehe iya Clara cantik gue pasti ON-TIME yaudah gue balik duluan ya, sebelum jam 4 lo harus udah siap! Bye Clara Benedicta”. Mobil Metha pun seketika menghilang. Aku masih menunggu jemputan datang, dan tak di sangka Daniel dan Alexandra lewat di depan mata ku dan.. “TINN” “Ra duluan ya” Daniel memberikan senyuman indah itu kepadaku. Dulu aku yang dia bonceng. Sekarang wanita itu telah menggantikan posisi ku, aku sangat bahagia melihat mereka bahagia walaupun hati ini sangat sakit.
“Met lo dimana? Gue dah siap dari tadi tau. Udah jam berapa ini Metha Yemima?”. “hehe iya Ra maaf tadi gue ketiduran tapi gue udah di jalan kok, okey jadi lo ga boleh marah-marah ya Clara cantik. Bye!”. Menunggu adalah hal yang sangat menyebalkan. Aku duduk di teras rumah menunggu datangnya Metha. Tiba-tiba terlintas dalam ingatan ku. Aku melihat kedepan gerbang dan aku ingat kenanagan bersama Daniel, dulu setiap pagi dia selalu menungguku di depan gerbang itu. Ahh.. sudah lah aku tidak ingin mengingat hal itu lagi. Itu sangat menyakitkan buatku. “TIN TIN” “Clara ayokkk!!!”. “Lo bilang mau ON-TIME nyatanya? MODUS lu Met!” “hehe maaf deh sayang. Udah buruan naik!”
“Ra lu ajah yang pesen roomnya ya, Small Room aja. Kan kita Cuma berdua. Terus ambil yang dua jam”. “Kenapa mesti gue sih. Hmm yaudah deh”. “Mas Small Room nya masih ada yang kosong?” “tunggu sebentar ya mba saya cek dulu. Hmm ada mba di ruangan 25. Mau berapa jam ya mba?” “hmm dua jam ajalah mas”. “oke tunggu sebentar ya” *prok prok* “iya pak” petugas yang mengantar ke ruangan pun datang. “tolong antarkan mereka ke ruang 25 ya” “baik pak. Ayok mba silahkan”. Kami pun menyusuri lorong menuju ruang 25. Tapi pandangan ku terhenti ketika melewati ruang 11, aku melihat di dalam sana ada Daniel dan Alexandra, ya mereka sedang bernyanyi dengan bahagia di dalam sana. Tiba-tiba kepala ku pusing, hati ku sakit, jantungku berdebar melihat mereka berdua di dalam. “Ra kok diem di situ sih. Ayok RA!!!!!” “Eh, i.. iya met saa.. sabar ya”. “oke mba ini ruangan 25 nya mba, jika ada masalah tinggal angkat telpon ini saja maka kami akan datang ke ruangan ini. Selamat bersenang-senang”. “Ra lo kenapa tadi tiba-tiba berhenti di depan Room 11?” “hm. Anu gue li..liat si Daniel sama Alexandra” tanpa di sadari air mata ku pun mengalir, Metha pun memelukku untuk menenangkan aku. “Yampun Ra udah ah masa lo nangis, kita kesini buat senang-senang. Ra udah ah jangan nangis”. “Gue juga gamau nangis Met, tapi lo tau kan gue masih sangat sayang sama Daniel lo tau kan!”. “Ra look at me. Trust me Ra someday someone gonna love you, and you can forget him”. “Yes i know Met but.. it’s difficult for me”. “Ga ada yang Susah Clara. Lo nya ajah yang bikin semuanya jadi susah. Sekarang gini ya, lu lebih sayang diri lo atau si Daniel? Lo tau Ra dengan gini lo itu nyiksa diri lo, tiap malam nangis, tiap di sekolah melamun. Tau ra, bisa-bisa lo ga dapet juara lagi di sekolah dan hasilnya Daniel bakal ketawain lo! Lagian kalau emang jodoh lo pasti balik lagi sama dia Ra. Belive me deh”. “Methaaaaa.. gue sayang lo”. “Iya gue tau kok. Udah ah hapus tuh air mata kita kesini kan buat ngilangin kesuntukan bukannya nangis masal gini. Hehehe udah ah. Lu mau lagu apa Ra??” “gue mau lagu Nina yang Someday.”
Hari yang melelahkan di sekolah aku bertemu dengan Daniel dan Alexandra, di tempat karoke pun aku melihat mereka, kenapa hari ini aku harus bertemu mereka. ~did you forget that i was even alive did you forget everything we ever had~ “Metha” “halo Met kenapa?” “Ra lo ga nangis kan?” “hahaha ga Metha sayang ngapain gue nangis semua rasa kalut gue dah tersalurkan di tempat karoke tadi”. “oke bagus deh gue Cuma mastiin aja. Jangan sampe lo nangis ya Ra! Awas aja kalau sampe gue tau lo nangis lagi gara-gara DANIEL! OKE! You promise?”. “Iya cerewet, I promise udah tidur sana dah malam tau! Hahaha bye metha sampai ketemu di sekolah besok ya”. “Iya Clara. Bye!”
“Ra” suara laki-laki yang jelas sangat ku kenal dan itu adalah suara “Daniel, ada apa nih?”. “Lo udah bisa move on kan dari gue?”. Sial, ini adalah pertanyaan yang jelas-jelas ga bisa aku jawab. Tapi aku begitu naif sampai-sampai terlontar dalam mulutku “Lo fikir segampang itu gue lupain orang yang jelas-jelas sangat gue sayang? Gue dulu sayang sama lo itu pake HATI bukan pake kata-kata kayak yang lo lakuin sama gue. Kalo gue sayang ga pake HATI mah udah gue terima tuh cowo-cowo kece di luar sana! Udah lah itu pertanyaan ga M-U-T-U! Selamat Pagi!”. Aku segera meninggalkan Daniel yang  masih berdiri membeku di dekat mobilku.
Mulai sekarang aku akan berusaha sekuat tenaga untuk melupakan Daniel. Aku yakin aku bisa. Ya karena aku masih punya sahabat yang sangat sayang sama aku yaitu Metha Yemima. Tanpa Daniel aku bisa lebih baik kok. Ya Daniel bukan segala-galanya buat aku.


One day, I’ll forget about you
‘Cause SOMEDAY
Someone’s gonna love me

Rabu, 24 April 2013

Aku Butuh Kamu :')



Maksud dari pesan mu itu apa? Kamu ingin melihat aku menangis? Kamu senang melihat aku tersiksa? Apa belum cukup kamu buang air mata aku? Mau kamu apa? Menawarkan banyak laki-laki di luar sana untuk menjadi pengganti mu? Kamu tau, mau kamu kasih banyak laki-laki pun itu ga bakal mempan buat aku. Karena bukan itu obat untuk menyembuhkan luka ini. Dengan kamu menjauh dari aku itu udah sangat cukup buat jadi obatnya. Kamu tau, dengan isi pesan mu seperti itu membuat hati aku semakin hancur berkeping-keping. Kamu tau, sejak pesan itu sampai bagaimana keadaan ku membaca pesan itu? Kamu tau? Ya rasanya itu sakit banget. Mungkin kamu ga akan pernah tau rasa itu karena memang kamu ga menyayangi aku dengan tulus pada waktu itu. Aku ini ibarat kan boneka, kamu main kan dengan puasnya setelah kamu merasa jenuh kamu hempaskan aku begitu saja dan kamu mencari boneka baru lagi. Semudah itu kamu lupakan aku yang memang benar-benar dari hati menyayangimu, tulus mencintaimu. Sudah berapa banyak air mata ku jatuh Cuma karena kamu. Ya aku terlalu bodoh untuk menangisi mu. Kamu tau, hati ini sangat hancur, dan susah untuk sembuhnya. Apakah kamu merasakan sakitnya hati ku? Kamu tau ga setiap malam aku selalu menangisi mu? Semua isi blog aku Cuma menceritakan tentang kamu. Apa itu kurang sebagai bukti kalau aku memang sayang kamu? Sungguh aku sangat menyayangimu. Aku gamau kehilangan kamu. Please aku butuh kamu. Aku butuh KITA yang dulu, aku butuh kasih sayang dari kamu. Aku butuh kamu.

Jumat, 19 April 2013

Rindu



19 APRIL 2013
Memang sangat sakit berpisah dengan orang tua. Aku mulai hidup dengan tante sejak aku kelas 1 SMA. Aku pindah ke Duri, salah satu kota kecil di Provinsi Riau. Aku di Duri tinggal bersama adik papa. Alasan ingin tinggal disini aku ingin mencoba sesuatu yang belum pernah aku rasakan. Aku ingin hidup mandiri dan tentunya ingin jauh dari kehidupan glamour ibukota. Walau kadang kala aku suka menangis sendirian karena aku sangat merindukan mereka. Memang sakit tinggal jauh dari orang tua. Kenapa? Karena jika ada suatu masalah kita ga bisa ngadu sama mereka, gabisa manja-manja sama mereka. Ya memang harus bisa hadapi semua itu sendiri, harus bisa dewasa dan bijak dalam menjalani hidup ini. Mungkin ini cara terbaik untuk mengajarkan kepada ku arti hidup yang sesungguhnya. Satu inginku. Aku ingin membawa orang tua aku menghadiri acara wisuda ku nanti. Memang sekarang aku kesepian tanpa adanya sosok mama dan papa, tapi aku sadar dengan ini aku belajar artinya hidup. Sangat berbeda hidup dengan orang tua sendiri dan dengan orang lain. Jujur aku rindu jadi sosok anak mama dan papa yang manja. Aku rindu setiap malamnya saat mama dan papa pulang kerja kami sekeluarga berkumpul dan menceritakan tentang apa pun yang telah kami lakukan, tertawa bersama, sungguh aku merindukan mereka. Aku rindu pelukan mereka, aku rindu mereka cium, aku rindu mereka manjakan, aku rindu ..
Tapi suatu saat nanti aku bisa kok bersama mereka lagi, tapi bukan mereka lagi yang memanjakan aku, namun aku yang akan memanjakan mereka. Aku yakin itu. Dan itu ga akan lama lagi kok, tahun ini aja aku udah kelas 12, setelah itu aku kuliah 4tahun dan aku bekerja. Aku akan membelikan orang tua ku rumah, dan akan mengajak mereka jalan-jalan kemana pun mereka mau. Dan aku juga akan membantu biaya adek-adek ku. Aku yakin aku bisa melakukan semua ini karena mama dan papa selalu mendukung apapun yang aku lakukan.
Aku selalu berdoa agar mereka selalu dalam lindunganNya. Dan kami bisa bersama-sama lagi seperti dulu
Love mom. Love dad. Love my two little brothers :*

Selasa, 16 April 2013

GAPENTING

Kira-kira 3 bulan. Ya 3 bulan aku sendiri tanpa ada kamu dan aku ga berniat untuk mencari pengganti kamu. Entah apa yang ada dalam benakku. Aku selalu berkhayal kalau-kalau kita bersama lagi. Memang indah, namun aku tersadar bahwa di sebelah kamu sekarang ya dia ada dia. Aku sadar aku ga akan pernah bisa lagi bersama kamu, karna kamu telah dimilikinya. Apakah kamu masih menyimpan perasaan yang dulu? Apakah kamu masih mengingat aku? Tapi firasat aku sih kamu sama sekali telah melupakan aku. ya kan????
hahaha
Tapi setelah aku renungkan lebih dalam, sia-sia aja kalau aku masih mengharapkan dia. Toh dia udah bersama wanita itu, ya kakak kelas SMA tetangga. Aku tau kok kalian sangat bahagia ya kan? Tapi kenapa aku masih menyimpan rasa sakit dan masih menyimpan rasa sayang ke kamu ya? Kamu pakai sihir apasih sampai2 aku belum bisa move on? ya memang terkadang aku teringat dirimu, merindukan sosok mu yang sangat berharga di mata ku, menginginkan kau kembali lagi, tapi itu sangat-sangat ga mungkin deh. Bayangin dia udah punya pacar lain. So udah ga ada lagi sedikit ruang di hati dia buat aku. oke sekarang aku memang masih bersedih, tapi aku yakin suatu saat dia yang bersedih menyesali semua keputusan yang telah dia buat, yaitu memilih dia di bandingkan aku.

Nothing

Bangun tdr tiba-tiba pengen nulis blog.
gatau deh apa yang mau di tulis.
Libur , ya libur. kerja makan tidur online.
okesip ini baru hidup.
tanpa ketemu mantan, tanpa ketemu guru2 killer, tanpa panas2an nunggu angkot.
ini baru beneran hidup. hahaha tp boring juga sih di rumah, mau ngapain juga bingung. tapi intinya gue seneng kalau libur karna otomatis gue itu ga ketemu sama yang namanya MANTAN.
haha gapenting gajelas -_-

Rabu, 10 April 2013

Don't Forget

Did you forget that I was even alive? 
Did you forget everything we ever had? 
Did you forget, did you forget about me?
Did you regret ever standing by my side? 

Did you forget we were feeling inside? 
Now I'm left to forget about us
 

But somewhere we went wrong 
We were once so strong 
Our love is like a song, you can't forget it
 

So now I guess this is where we have to stand 
Did you regret ever holding my hand? 
Never again, please don't forget, don't forget
 

We had it all, we were just about to fall 
Even more in love, than we were before 
I won't forget, I won't forget about us
But somewhere we went wrong 

We were once so strong 
Our love is like a song you can't forget it
 

Somewhere we went wrong 
We were once so strong 
Our love is like a song, you can't forget it at all
 

And at last all the pictures have been burned 
And all the past is just a lesson that we've learned 
I won't forget, please don’t forget us
 

Somewhere we went wrong 
Our love is like a song but you won't sing along 
You've forgotten
about us 
Don’t forget
  
Lagu ini bener-bener keren, ceritanya dia itu udah putus sama kekasihnya tapi mantannya itu cepat banget move on dari dia sedangkan dia masih selalu ingat masa-masa indah sama mantannya :') sedih ya pas banget ke kisah aku sekarang :")

:')

Saat bertemu kamu aku  masih merasakan sesak yang sama saat kita bersama dulu. Aku tau kok kamu sudah bersamanya. Aku tau kok kamu sedang berbahagia. Aku tau pada akhirnya aku menangis. Tapi aku belum bisa lupain 'kita' yang dulu. Aku ingin sekali membangun 'kita' lagi. Tapi itu hanya angan yang sia-sia. Itu gakan pernah bisa terjadi.
Dulu kamu meminta agar aku ga ninggalin kamu kan? kamu ingat ga? Tapi justru kamu yang ninggalin aku :'(
Kamu tau ga betapa sakitnya hati aku. Kamu hancurkan semua mimpi ku. Dan kini kamu sudah bahagia dengan ,,, ya dengan wanitamu itu.
Sadar ga sebenarnya saat bertemu kamu sekarang ini hati aku itu nangis lho. Tapi sayangnya kamu ga pernah lihat itu. Kamu telah di butakan cinta wanitamu itu. Ya dia sangat beruntung punya lelaki seperti kamu.
Aku harap kamu dengan 'wanita' itu sekarang dan sampai tua nanti bisa selalu bahagia. Aku disini selalu mendoakan yang terbaik buat kamu dan wanita itu. Ya aku selalu melakukannya. Walau pun disini aku menangis sendirian. Ga ada yang tau aku sedang menangis sekarang bahkan keluarga aku pun tidak menyadarinya.
Jangan pernah ya kamu sakiti wanita itu, cukup aku saja yang merasakan sakit ini, jangan sampai dia juga merasakannya. Dan kamu wanita, tolonga jaga dia untuk aku, aku sangat ingin melihat dia bahagia, sangat, karena dengan melihat dia bahagia bersama mu aku pun turut merasakan kebahagian itu walaupun terasa sesak di dada. Tolong ya jaga dia buat dia selalu tersenyum jangan seperti aku yang ga pernah bisa membuatnya bahagia dulu.
Aku harap kalian selalu bahagia ya :')
Kalian memang pasangan yang serasi :')