Senin, 06 Mei 2013

Cinta Diam-Diam (part.1)



Malam ini aku teringat sesuatu hal
Sebuah kenangan
Yang tidak bisa aku lupakan

        Aku punya teman kecil, sewaktu kecil kami sering bermain bersama, aku tak peduli dia laki-laki yang penting aku bisa bermain bersama. Tapi suatu ketika keluarga mereka datang kerumah memberi tahu kami bahwa mereka akan pindah rumah. Sungguh aku tak ingin mereka pindah, aku akan merasa hampa. Namun apalah daya ku aku hanyalah seorang gadis kecil yang baru berumur 4tahun.

7 tahun berlalu
        Aku pergi ke sebuah pesta. Ini adalah pesta kepulangan teman lamaku. Betapa bahagianya aku, setelah sekian lama aku mengharapkan dia akhirnya dia datang kembali. Aku berdandan secantik mungkin. Dulu aku bertemu dengannya saat dia berusia 5tahun, apakah dia masih tetap seperti yang dulu? Atau sekarang dia sudah menjadi pria remaja yang sangat menawan? Sungguh aku sudah tidak sabar untuk bertemu kembali dengannya.
        Aku pun turun dari mobil bersama mom dan dad. Aku memasuki rumah besar itu namun entah mengapa aku merasa deg-degan. Sungguh baru kali ini aku merasa sesak di dada. Aku tidak paham akan apa yang aku rasakan, aku bingung, namun aku sangat bahagia. Akhirnya aku bisa bertemu dengan teman lama ku. Sekarang dia sungguh menawan. Dulu dia sangat pendek, namun sekarang dia tinggi, badan atletis, rambut yang tertata rapi. Pada malam itu dia mengenakan kemeja kotak-kotak dengan celana jeans dan sepatu kulit convers. Sungguh dia sangat menawan. Entah apa yang aku rasakan saat ini. Saat berbicara dengannya aku merasa sesak. Aku tidak mengerti dengan perasaan ini. Apakah ini yang orang sebut cinta? Tapi apa aku gila? Aku masih terlalu kecil untuk mengenal cinta. Bahkan aku belum tau arti dari cinta apa. Kami pun bertukar nomer telpon, sungguh aku sangat suka melihat senyum manisnya ditambah dia mengenakan kacamata dan membuat di menjadi tambah menawan. Oh GOD I Like All About Him.
        Setelah acara  itu aku mengirim pesan singkat padanya, kami bercerita panjang. Dan rasa sesak ini makin terasa parah. Setiap menerima SMS darinya aku pasti merasa sangat bahagia. Entah mengapa aku menyukai sahabat kecilku, sahabat kecilku yang sudah berubah menjadi pria tampan. Namun dia menganggap aku sebagai adiknya. Aku berfikir mungkin dari menganggap aku adiknya, aku bisa semakin dekat dengannya dan akhirnya dia merasakan hal yang sama seperti yang ku rasakan dan akhirnya kami bisa bersama. Namun apakah itu bisa terjadi? Ya hanya waktu yang bisa menjawab semua pertanyaanku.
        Setiap saat dia memberi perhatian yang lebih terhadapku, menanyakan apakah aku sudah makan, menanyakan apa yang sedang ku lakukan dan selalu mengingatkanku untuk selalu membantu orangtua ku di rumah. Karena hal itu semakin lama semakin aku sangat menyukainya, dia begitu charming. Dia juga sering main kerumah, membicarakan segala sesuatunya bersama dad. Sungguh aku sangat sangat cinta sayang dan menyukainya. Namun apakah mungkin aku yang mengungkapkan rasa ini? Masa perempuan duluan yang menyatakan cinta. Itu sangat tidak mungkin! Aku berharap suatu saat dia menyatakan cintanya terhadapku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar