Rabu, 15 Mei 2013

Cinta Diam-Diam (Part.2 Ending)


        Semakin lama aku dan dia semakin dekat. Dia pun semakin sering main kerumah. Ya dia sangat memperhatikan aku. Mungkin aku terlalu berharap banyak. Tapi sungguh dia memang benar-benar seperti memberi harapan padaku. Sungguh dia sangat tampan, dia pintar, jago main basket. Yes he is PERFECT. Apakah bisa aku mendapakatkan orang yang sangat sempurna seperti dia? Ya itu hanya harapan aku saja.
        Sekarang aku merasa hancur. Ya sangat hancur. Dia bercerita bahwa dia menyukai teman ku. Tak terasa air mata telah jatuh sangat derasnya setelah aku membaca pesan darinya. Aku tak sanggup membendung air mata ini. Terlalu sakit untuk ku terima kenyataan ini. Sudah banyak harapan ku gantungkan padanya. Aku sangat kecewa. Kenapa harus temanku? Kenapa harus dia? Kenapa bukan aku? Apa dia tidak sadar disini ada aku yang selalu menyayanginya, menunggunya?
        Sejak kejadian itu dia berubah 180 derajat. Yang biasanya setiap hari dia selalu menanyakan aktivitas ku, mengingatkan aku supaya makan. Tapi sekarang? Sudah sangat berubah, bahkan tidak ada lagi pesan darinya. Tapi aku harus (terpaksa) mengikhlaskan kepergianmu bersama kekasih barumu, ya dia teman baikku. Aku senang jika melihat kamu bahagia bersamanya. Mungkin aku saja yang terlalu berharap (penuh) padamu.
        Sekarang kita terpisah tanpa kau tahu perasaanku padamu, tanpa kau tau sakitnya hatiku, tanpa kau tau sudah berapa banyak air mata yang ku buang hanya untukmu. Kamu tidak tau itu karena telah di butakan oleh cinta temanku itu. Ya aku bahagia sangat bahagia.

Senin, 06 Mei 2013

Cinta Diam-Diam (part.1)



Malam ini aku teringat sesuatu hal
Sebuah kenangan
Yang tidak bisa aku lupakan

        Aku punya teman kecil, sewaktu kecil kami sering bermain bersama, aku tak peduli dia laki-laki yang penting aku bisa bermain bersama. Tapi suatu ketika keluarga mereka datang kerumah memberi tahu kami bahwa mereka akan pindah rumah. Sungguh aku tak ingin mereka pindah, aku akan merasa hampa. Namun apalah daya ku aku hanyalah seorang gadis kecil yang baru berumur 4tahun.

7 tahun berlalu
        Aku pergi ke sebuah pesta. Ini adalah pesta kepulangan teman lamaku. Betapa bahagianya aku, setelah sekian lama aku mengharapkan dia akhirnya dia datang kembali. Aku berdandan secantik mungkin. Dulu aku bertemu dengannya saat dia berusia 5tahun, apakah dia masih tetap seperti yang dulu? Atau sekarang dia sudah menjadi pria remaja yang sangat menawan? Sungguh aku sudah tidak sabar untuk bertemu kembali dengannya.
        Aku pun turun dari mobil bersama mom dan dad. Aku memasuki rumah besar itu namun entah mengapa aku merasa deg-degan. Sungguh baru kali ini aku merasa sesak di dada. Aku tidak paham akan apa yang aku rasakan, aku bingung, namun aku sangat bahagia. Akhirnya aku bisa bertemu dengan teman lama ku. Sekarang dia sungguh menawan. Dulu dia sangat pendek, namun sekarang dia tinggi, badan atletis, rambut yang tertata rapi. Pada malam itu dia mengenakan kemeja kotak-kotak dengan celana jeans dan sepatu kulit convers. Sungguh dia sangat menawan. Entah apa yang aku rasakan saat ini. Saat berbicara dengannya aku merasa sesak. Aku tidak mengerti dengan perasaan ini. Apakah ini yang orang sebut cinta? Tapi apa aku gila? Aku masih terlalu kecil untuk mengenal cinta. Bahkan aku belum tau arti dari cinta apa. Kami pun bertukar nomer telpon, sungguh aku sangat suka melihat senyum manisnya ditambah dia mengenakan kacamata dan membuat di menjadi tambah menawan. Oh GOD I Like All About Him.
        Setelah acara  itu aku mengirim pesan singkat padanya, kami bercerita panjang. Dan rasa sesak ini makin terasa parah. Setiap menerima SMS darinya aku pasti merasa sangat bahagia. Entah mengapa aku menyukai sahabat kecilku, sahabat kecilku yang sudah berubah menjadi pria tampan. Namun dia menganggap aku sebagai adiknya. Aku berfikir mungkin dari menganggap aku adiknya, aku bisa semakin dekat dengannya dan akhirnya dia merasakan hal yang sama seperti yang ku rasakan dan akhirnya kami bisa bersama. Namun apakah itu bisa terjadi? Ya hanya waktu yang bisa menjawab semua pertanyaanku.
        Setiap saat dia memberi perhatian yang lebih terhadapku, menanyakan apakah aku sudah makan, menanyakan apa yang sedang ku lakukan dan selalu mengingatkanku untuk selalu membantu orangtua ku di rumah. Karena hal itu semakin lama semakin aku sangat menyukainya, dia begitu charming. Dia juga sering main kerumah, membicarakan segala sesuatunya bersama dad. Sungguh aku sangat sangat cinta sayang dan menyukainya. Namun apakah mungkin aku yang mengungkapkan rasa ini? Masa perempuan duluan yang menyatakan cinta. Itu sangat tidak mungkin! Aku berharap suatu saat dia menyatakan cintanya terhadapku.

Rabu, 01 Mei 2013

L I B U R

LIBUR
Satu kata yang sangat di dambakan oleh kebanyakan siswa dewasa ini. Ya ku juga menyukai libur, pertama karena bisa bangun siang, kedua bisa ajah seharian ga mandi, ketiga bisa nonton banyak film 1 hari penuh, ke empat palingan kerja gue makan tidur, kelima ga ketemu sama guru-guru yang membosankan di kelas, dan yang keenam ga panas-panasan nunggu angkot.
okesip ini baru hidup yang mantab. Di temani oleh sebotol minuman TEBS dan biskuit dan otomatisnya laptop yang selalu jadi pacar setia gue.
Mungkin bisa di bilang kalau libur ya itu kerja gue pacaran sama laptop. hahaha,,
maunya libur terus kan.
*fix* *gajelas*

SOMEDAY



waktu yang tidak terlalu lama membuat
aku terbuai oleh manisnya cinta darimu
namun kini kau pergi meninggalkan ku
demi dia
wanita yang kamu pilih untuk menjadi
PENGGANTIKU
“Ra!! Clara!!” suara itu membangunkan ku dari lamunan ku. “apasih lo met, pagi-pagi dah ribut ajah! Kaget gue tau”. “Abis lu sih ra pagi-pagi ngelamun di koridor sekolah kayak gini bukannya masuk kelas kek. Ga denger apa bel udah bunyi”. “Serius lu met? Ayoookkk ke kelas nanti Pak Bernard udah masuk kelas lagi! Ayookkk cepet Met!”.
Aku adalah Clara Benedicta, dan aku punya seorang sahabat yang bernama Metha Yemima, kami bersekolah di SMA Pelita Harapan, dan sekarang aku duduk di kelas XI IPA A. “Huh untung ajah ya Pak Bernard belum masuk” desah ku. “Makanya pagi-pagi jangan ngelamunin Daniel terus ra!”. “Apasih met, emang gue ngelamunin Daniel apa! Yang namanya mantan ya mantan! Udah ah gue males kalau harus bahas Daniel”. “Ra gue Cuma mau kasih saran aja sih terserah deh lu mau ngikutin apa ga. Intinya lu harus bisa lupain Daniel sepenuhnya jangan siksa diri lu Ra. Daniel udah sama ka Alexandra. Lu harus inget itu ya Ra”. Aku memikirkan apa yang Metha katakan tadi. Ya memang benar, Daniel telah dimiliki oleh ka Alexandra anak kelas XII IPS C, tapi aku belum bisa terima itu, terlalu cepat menurutku untuk kehilangan seorang Daniel, lelaki yang telah mengajari aku tentang cinta, yang selama ini tak pernah aku rasakan.
“Ra nanti sore karokean yok di NAV, gue dah lama ga karokean nih. Sekalian deh ilangin rasa suntuk. Ayok Ra, besok kan gak ada PR”. “Boleh tapi lo jemput gue ya, mobil gue di bengkel ini aja gue di anter jemput jadinya. Gue tunggu jam 4 ya. Harus ON-TIME!” “hehe iya Clara cantik gue pasti ON-TIME yaudah gue balik duluan ya, sebelum jam 4 lo harus udah siap! Bye Clara Benedicta”. Mobil Metha pun seketika menghilang. Aku masih menunggu jemputan datang, dan tak di sangka Daniel dan Alexandra lewat di depan mata ku dan.. “TINN” “Ra duluan ya” Daniel memberikan senyuman indah itu kepadaku. Dulu aku yang dia bonceng. Sekarang wanita itu telah menggantikan posisi ku, aku sangat bahagia melihat mereka bahagia walaupun hati ini sangat sakit.
“Met lo dimana? Gue dah siap dari tadi tau. Udah jam berapa ini Metha Yemima?”. “hehe iya Ra maaf tadi gue ketiduran tapi gue udah di jalan kok, okey jadi lo ga boleh marah-marah ya Clara cantik. Bye!”. Menunggu adalah hal yang sangat menyebalkan. Aku duduk di teras rumah menunggu datangnya Metha. Tiba-tiba terlintas dalam ingatan ku. Aku melihat kedepan gerbang dan aku ingat kenanagan bersama Daniel, dulu setiap pagi dia selalu menungguku di depan gerbang itu. Ahh.. sudah lah aku tidak ingin mengingat hal itu lagi. Itu sangat menyakitkan buatku. “TIN TIN” “Clara ayokkk!!!”. “Lo bilang mau ON-TIME nyatanya? MODUS lu Met!” “hehe maaf deh sayang. Udah buruan naik!”
“Ra lu ajah yang pesen roomnya ya, Small Room aja. Kan kita Cuma berdua. Terus ambil yang dua jam”. “Kenapa mesti gue sih. Hmm yaudah deh”. “Mas Small Room nya masih ada yang kosong?” “tunggu sebentar ya mba saya cek dulu. Hmm ada mba di ruangan 25. Mau berapa jam ya mba?” “hmm dua jam ajalah mas”. “oke tunggu sebentar ya” *prok prok* “iya pak” petugas yang mengantar ke ruangan pun datang. “tolong antarkan mereka ke ruang 25 ya” “baik pak. Ayok mba silahkan”. Kami pun menyusuri lorong menuju ruang 25. Tapi pandangan ku terhenti ketika melewati ruang 11, aku melihat di dalam sana ada Daniel dan Alexandra, ya mereka sedang bernyanyi dengan bahagia di dalam sana. Tiba-tiba kepala ku pusing, hati ku sakit, jantungku berdebar melihat mereka berdua di dalam. “Ra kok diem di situ sih. Ayok RA!!!!!” “Eh, i.. iya met saa.. sabar ya”. “oke mba ini ruangan 25 nya mba, jika ada masalah tinggal angkat telpon ini saja maka kami akan datang ke ruangan ini. Selamat bersenang-senang”. “Ra lo kenapa tadi tiba-tiba berhenti di depan Room 11?” “hm. Anu gue li..liat si Daniel sama Alexandra” tanpa di sadari air mata ku pun mengalir, Metha pun memelukku untuk menenangkan aku. “Yampun Ra udah ah masa lo nangis, kita kesini buat senang-senang. Ra udah ah jangan nangis”. “Gue juga gamau nangis Met, tapi lo tau kan gue masih sangat sayang sama Daniel lo tau kan!”. “Ra look at me. Trust me Ra someday someone gonna love you, and you can forget him”. “Yes i know Met but.. it’s difficult for me”. “Ga ada yang Susah Clara. Lo nya ajah yang bikin semuanya jadi susah. Sekarang gini ya, lu lebih sayang diri lo atau si Daniel? Lo tau Ra dengan gini lo itu nyiksa diri lo, tiap malam nangis, tiap di sekolah melamun. Tau ra, bisa-bisa lo ga dapet juara lagi di sekolah dan hasilnya Daniel bakal ketawain lo! Lagian kalau emang jodoh lo pasti balik lagi sama dia Ra. Belive me deh”. “Methaaaaa.. gue sayang lo”. “Iya gue tau kok. Udah ah hapus tuh air mata kita kesini kan buat ngilangin kesuntukan bukannya nangis masal gini. Hehehe udah ah. Lu mau lagu apa Ra??” “gue mau lagu Nina yang Someday.”
Hari yang melelahkan di sekolah aku bertemu dengan Daniel dan Alexandra, di tempat karoke pun aku melihat mereka, kenapa hari ini aku harus bertemu mereka. ~did you forget that i was even alive did you forget everything we ever had~ “Metha” “halo Met kenapa?” “Ra lo ga nangis kan?” “hahaha ga Metha sayang ngapain gue nangis semua rasa kalut gue dah tersalurkan di tempat karoke tadi”. “oke bagus deh gue Cuma mastiin aja. Jangan sampe lo nangis ya Ra! Awas aja kalau sampe gue tau lo nangis lagi gara-gara DANIEL! OKE! You promise?”. “Iya cerewet, I promise udah tidur sana dah malam tau! Hahaha bye metha sampai ketemu di sekolah besok ya”. “Iya Clara. Bye!”
“Ra” suara laki-laki yang jelas sangat ku kenal dan itu adalah suara “Daniel, ada apa nih?”. “Lo udah bisa move on kan dari gue?”. Sial, ini adalah pertanyaan yang jelas-jelas ga bisa aku jawab. Tapi aku begitu naif sampai-sampai terlontar dalam mulutku “Lo fikir segampang itu gue lupain orang yang jelas-jelas sangat gue sayang? Gue dulu sayang sama lo itu pake HATI bukan pake kata-kata kayak yang lo lakuin sama gue. Kalo gue sayang ga pake HATI mah udah gue terima tuh cowo-cowo kece di luar sana! Udah lah itu pertanyaan ga M-U-T-U! Selamat Pagi!”. Aku segera meninggalkan Daniel yang  masih berdiri membeku di dekat mobilku.
Mulai sekarang aku akan berusaha sekuat tenaga untuk melupakan Daniel. Aku yakin aku bisa. Ya karena aku masih punya sahabat yang sangat sayang sama aku yaitu Metha Yemima. Tanpa Daniel aku bisa lebih baik kok. Ya Daniel bukan segala-galanya buat aku.


One day, I’ll forget about you
‘Cause SOMEDAY
Someone’s gonna love me

Rabu, 24 April 2013

Aku Butuh Kamu :')



Maksud dari pesan mu itu apa? Kamu ingin melihat aku menangis? Kamu senang melihat aku tersiksa? Apa belum cukup kamu buang air mata aku? Mau kamu apa? Menawarkan banyak laki-laki di luar sana untuk menjadi pengganti mu? Kamu tau, mau kamu kasih banyak laki-laki pun itu ga bakal mempan buat aku. Karena bukan itu obat untuk menyembuhkan luka ini. Dengan kamu menjauh dari aku itu udah sangat cukup buat jadi obatnya. Kamu tau, dengan isi pesan mu seperti itu membuat hati aku semakin hancur berkeping-keping. Kamu tau, sejak pesan itu sampai bagaimana keadaan ku membaca pesan itu? Kamu tau? Ya rasanya itu sakit banget. Mungkin kamu ga akan pernah tau rasa itu karena memang kamu ga menyayangi aku dengan tulus pada waktu itu. Aku ini ibarat kan boneka, kamu main kan dengan puasnya setelah kamu merasa jenuh kamu hempaskan aku begitu saja dan kamu mencari boneka baru lagi. Semudah itu kamu lupakan aku yang memang benar-benar dari hati menyayangimu, tulus mencintaimu. Sudah berapa banyak air mata ku jatuh Cuma karena kamu. Ya aku terlalu bodoh untuk menangisi mu. Kamu tau, hati ini sangat hancur, dan susah untuk sembuhnya. Apakah kamu merasakan sakitnya hati ku? Kamu tau ga setiap malam aku selalu menangisi mu? Semua isi blog aku Cuma menceritakan tentang kamu. Apa itu kurang sebagai bukti kalau aku memang sayang kamu? Sungguh aku sangat menyayangimu. Aku gamau kehilangan kamu. Please aku butuh kamu. Aku butuh KITA yang dulu, aku butuh kasih sayang dari kamu. Aku butuh kamu.

Jumat, 19 April 2013

Rindu



19 APRIL 2013
Memang sangat sakit berpisah dengan orang tua. Aku mulai hidup dengan tante sejak aku kelas 1 SMA. Aku pindah ke Duri, salah satu kota kecil di Provinsi Riau. Aku di Duri tinggal bersama adik papa. Alasan ingin tinggal disini aku ingin mencoba sesuatu yang belum pernah aku rasakan. Aku ingin hidup mandiri dan tentunya ingin jauh dari kehidupan glamour ibukota. Walau kadang kala aku suka menangis sendirian karena aku sangat merindukan mereka. Memang sakit tinggal jauh dari orang tua. Kenapa? Karena jika ada suatu masalah kita ga bisa ngadu sama mereka, gabisa manja-manja sama mereka. Ya memang harus bisa hadapi semua itu sendiri, harus bisa dewasa dan bijak dalam menjalani hidup ini. Mungkin ini cara terbaik untuk mengajarkan kepada ku arti hidup yang sesungguhnya. Satu inginku. Aku ingin membawa orang tua aku menghadiri acara wisuda ku nanti. Memang sekarang aku kesepian tanpa adanya sosok mama dan papa, tapi aku sadar dengan ini aku belajar artinya hidup. Sangat berbeda hidup dengan orang tua sendiri dan dengan orang lain. Jujur aku rindu jadi sosok anak mama dan papa yang manja. Aku rindu setiap malamnya saat mama dan papa pulang kerja kami sekeluarga berkumpul dan menceritakan tentang apa pun yang telah kami lakukan, tertawa bersama, sungguh aku merindukan mereka. Aku rindu pelukan mereka, aku rindu mereka cium, aku rindu mereka manjakan, aku rindu ..
Tapi suatu saat nanti aku bisa kok bersama mereka lagi, tapi bukan mereka lagi yang memanjakan aku, namun aku yang akan memanjakan mereka. Aku yakin itu. Dan itu ga akan lama lagi kok, tahun ini aja aku udah kelas 12, setelah itu aku kuliah 4tahun dan aku bekerja. Aku akan membelikan orang tua ku rumah, dan akan mengajak mereka jalan-jalan kemana pun mereka mau. Dan aku juga akan membantu biaya adek-adek ku. Aku yakin aku bisa melakukan semua ini karena mama dan papa selalu mendukung apapun yang aku lakukan.
Aku selalu berdoa agar mereka selalu dalam lindunganNya. Dan kami bisa bersama-sama lagi seperti dulu
Love mom. Love dad. Love my two little brothers :*